Memahami unsur ekstrinsik adalah langkah penting dalam memahami lebih baik tentang karya sastra. Dengan memahami unsur ekstrinsik, ini tentunya membantu pembaca untuk memahami konteks, sejarah, budaya, dan latar belakang penulis yang membentuk atau memengaruhi karya sastranya. Selain meningkatkan apresiasi kita terhadap karya sastra, hal ini memungkinkan pembaca untuk lebih memahami pesan dan makna yang ingin disampaikan oleh penulis. Untuk itu, artikel ini akan mengulas tentang apa saja yang termasuk ke dalam unsur ekstrinsik. Di akhir, artikel ini juga memberikan contoh analisis dari unsur ekstrinsik dalam sebuah karya sastra. Pengertian Unsur Ekstrinsik Unsur ekstrinsik karya sastra adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar. Unsur ini tidak masuk dalam cakupan cerita, tetapi sangat memengaruhi dan mewarnai unsur intrinsiknya. Berikut adalah unsur ekstrinsik karya sastra yang dikutip dari beberapa sumber, seperti Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indones...
Bentuk negara Indonesia adalah republik. Secara lengkap, kita sering menyebutnya sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bentuk negara dan sistem pemerintahan di Indonesia. Bentuk Negara Indonesia Bentuk negara Indonesia adalah republik. Hal ini ditetapkan dalam Pasal 1 Ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi "Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik." Dari pasal tersebut, dapat kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara kesatuan. Disebutkan juga bahwa Indonesia berbentuk republik. Lantas apa maksud dari negara kesatuan dan negara republik? Simak penjelasan mengenai negara kesatuan dan republik berikut ini. Apa Itu Negara Kesatuan? Dijelaskan dalam Modul Pembelajaran SMA PPKn Kelas XII Kemdikbud, Indonesia adalah negara kesatuan yang sering kita kenal dengan NKRI. Negara kesatuan adalah negara yang pemerintahan tertingginya berada di pemerintah pusat. Pemerintah pusat dapat menjalankan aturan b...
Ki Hadjar Dewantara Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat , sejak 1923 menjadi Ki Hadjar Dewantara , EYD: Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; 2 Mei 1889 – 26 April 1959; selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD") adalah bangsawan Jawa, aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia,guru bangsa, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Pada tahun 1959 atas jasa-jasanya dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia, Ki Hadjar Dewantara dianugerahi gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional oleh Presiden Soekarno. tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional Indonesia. Bagian...
Comments
Post a Comment